Desa pong la’o adalah sebuah desa yang
cukup basar dikecamatan ruteng dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat
tiap tahunnya, di desa pong lao memiliki banyak suku didalamnya, dengan sistem
adat yang masing-masing tiap suku. Sebenarnya
didesa pong La’o penduduk asli itu suku La’o makanya nama desa diambil dari
nama penduduk asli orang pong L’ao, dan suku lainya didesa pong La’o itu hanya
menetap disana diantaranya suku Wenus
dari kampung Wenus, suku Perang dari kampung Perang, suku Kepe dari kampung
Kepe, suku Cumbi dari kampung Cumbi, dan masih banyak suku lainya yang belum saya tuliskan disini, meski
tiap suku memiliki adat yang berbeda-beda, lagi pula cara adat disetiap suku
hampir semuanya sama, cuman disetiap suku memiliki ritual yang
berbeda-beda , meski berbeda suku, orang-orang di Desa Pong La’o cukup akur dan
saling menghargai antara suku, itu yang
membuat masyarakat di Desa Pong La’o cukup damai.
Ibu kota Desa Pong La’o yakni Kusu, sebenarnya
didesa Pong La’o ada dua nama kampung besar yakni Kusu dan Lapa, di Lapa itu
memiliki sekolah SD, dengan nama Sekolah Dasar Inpres. Penduduk di Lapa masih
sedikit, sementara di Kusu penduduk dengan
jumlah yang paling banyak di Desa Pong La’o,sementara rumah adat Desa Pong La’o berada di Kusu.
Warga desa pong La’o pada umumnya
berprofesi sebagai petani , hasil panen yang diharapkan dari warga kusu setiap
tahunya adalah padi, kacang tanah, dan jaggung, ketiga hasil inilah yang bisa
jual dan menghidupkan keluarga sehari-sehari orang-orang di Desa Pong La’o. Kalau
bicara soal makanan khas di Kusu, itu hampir tidak ada, karena semua makanan yang ada di Desa Pong La’o itu desa lain juga pasti ada yang temui
makanan yang sama persis di Desa Pong La’o.
Tanah di Desa Pong La’o merupakan salah
satu tanah dengan tingkat kesuburan yang paling buruk mungkin Kabupaten
Manggarai, sehingga orang-orang di Desa Pong La’o banyak yang malas untuk
menanam sesuatu, masalahnya yang sudah-sudah dari pengalaman orang tua jaman dulu,
mereka tanam buah-buahan dan tumbuhan
lainya yang sama didaerah lain, tu tidak pernah ada hasil dari dulu sampai
sekarang, sehingga orang-orang di Desa Pong La’o lebih banyak keluar uang untuk
beli buah, maupun makanan enak lainya. Meski hidup dengan kondisi seperti ini
tapi orang-orang di Desa Pong La’o cukup santai, dan mereka menerimanya dengan
baik, tidak pernah mengeluh dengan keadaan, itu yang membuat orang-orang tetap
tinggal di Desa Pong La’o.
Cukup sampai disini saja saya tulis tentang
Desa Pong La’o. Akhir kata saya ALDY KUSU mengucapakan terima kasih sudah
mengunjungi alamat saya ini, dan pembaca yang baik itu tidak pernah
meninggalkan jejaknya alias komentarnya kawan…









0 komentar:
Post a Comment